Wah akhirnya ngepost juga, sudah di rencanakan sih sejak kemarin saya berhasil men-triple boot Windows dengan Linux. Hem… mungkin anda termasuk orang yang ingin dual boot operating system baik itu linux dengan widows atau windows dengan windows. Mungkin takut data anda hilang, ataupun nanti takut CAPS LOCK anda ngga bisa mati? (becanda ). Di sini saya akan memberikan penjelasan tentang amannya dualboot!
Luruskan Dulu Pemikiran!
Dual boot atau yang dimaksudkan adalah menginstall 2 buah OS (Sistem Operasi) ke dalam satu harddisk, ingat lho… satu harddisk! Ada pernyataan begini : “Kamu Dual Boot gitu ngga lambat tah?”, sejenak saya berpikir, lambat? Apa ya yang lambat? Itu adalah salah satu pernyataan yang kemungkinan yang memberikan informasi, tidak bisa membedakan mana yang Harddisk dan mana yang di sebut Memory atau RAM (Random Access Memory).
Dengan adanya dual boot, kapasitas yang berkurang adalah kapasitas Harddisk pada komputer atau notebook, bukan memorynya. Alasannya, OS tersebut dipakainya bergantian atau hanya 1 saja. Misalnya, saya mendual-boot Windows dan Ubuntu. Jika saya menggunakan Ubuntu, semua alokasi resource komputer seperti Processor & RAM, akan dipakai secara penuh di ubuntu, dan Windows ngga mengambil apa-apa, karena windows tidak berjalan. Lain halnya kalo anda menggunakan VMWare, resource komputer anda akan dibagi dengan operating system yang ada di VMWare.
Windows vs. Linux
Lalu bagaimana jika anda ingin mendual-boot Windows dengan Linux? Nah kini kita masuk hal yang sangat teknis, Jika anda adalah pemula di dalam menginstall ulang Windows, maka hal yang paling perlu anda siapkan adalah MENTAL! dan doa

Pasalnya, ada berbagai kemungkinan, pada saat anda menginstall OS, lalu ada ke-error-an atau kegagalan yang mungkin disebabkan oleh hardware atau CD / DVD yang anda gunakan. Namun jika anda merawat komputer anda dengan benar, dan memastikan semua berjalan dengan baik, PERCAYALAH, bahwa anda akan sukses mendual-boot.
Untuk mendual boot Windows (apapun versinya) dengan Linux (apapun versinya), pertama-tama anda perlu merencanakan besarnya partisi-partisi yang akan anda gunakan. Lalu bagaimana cara menentukannya? Caranya anda hanya perlu tahu, apa kegunaan dari masing-masing Operating system yang akan anda install. Contoh, saya ingin men-dual boot Windows dan Ubuntu. Saya ingin memakai Windows saya untuk VB, Office dan game. Sedangkan untuk Ubuntu, hanya saya pakai untuk kerja coding php dan sebagainya. Seharusnya anda memberikan alokasi partisi yang lebih besar pada partisi Windows, karena mungkin yang paling besar memakan harddisk adalah game-game yang anda install. Tetapi kalo Linuxnya yang di buat berat-berat, alokasikan partisi yang lebih besar pada linux.
Lalu jika sudah, install lah windows dahulu, lalu atur partisi yang telah anda buat, pada saat anda menginstall windows. Misal, saya ingin mengalokasikan Windows saya hanya 30 GB, maka sisanya biarkan saja menjadi partisi kosong atau jangan di apa-apakan. Ketika proses installasi Windows berhasil, jangan langsung “meladeni” Windows, seperti install driver, office dsb. Restart komputer anda, dan masukkan CD Linux nya.
Pada saat anda menginstall linux, gunakan partisi kosong yang tadi dibiarkan pada saat menginstall Windows. Saya rekomendasikan untuk membuat 3 partisi ext4.
- 1 diperuntukkan untuk /root,
- 1 lagi diperuntukkan untuk SWAP (direkomendasikan 2 kali ukuran RAM),
- dan 1 lagi untuk /home.
Mengapa demikian? Jika Linux anda rusak, yang seharusnya di format adalah partisi /root nya, jadi /home nya masih ada. Apasih isi /home? Isi dari /home adalah seperti My Documents pada Windows dan menyimpan settingan Linux yang telah anda set. Jadi jika anda telah mengeset transparansi menu bar pada linux, settingan tersebut tidak hilang dan berlaku untuk settingan yang lain.
Lalu kenapa install Windows dulu baru Linux? Alasanya bootloader Windows secara otomatis akan dikenal oleh Linux. Jika sebaliknya, Bootloader Windows tidak akan mengenal bootloader Linux.
Dual Boot Windows
Lalu jika mendual -boot Windows dan Windows? Saya menyarankan, jika anda ingin mendual-boot Windows XP dan Windows 7, misalnya. Installah Windows versi yang paling lama terlebih dahulu baru windows yang versi baru. Jadi installah Windows XP dulu baru 7. Alasannya, tentu saja Windows 7 akan jauh mengenal struktur Windows XP sehingga aman untuk di dual boot.
Lalu bagaimana jika saya ingin mendual boot Linux, Windows XP, Windows 7? Tentukan partisinya, installah Windows XP terlebih dahulu, lalu Windows 7, dan kemudian Linux. Namun jika anda ngotot ingin agar Windows menjadi partisi pertama, untuk dapat memakai linux anda perlu menginstall EasyBCD untuk membuat list boot untuk linux.
Berikut saya tampilkan screenshoot triple boot OpenSuse, Windows Server 2008 dan Windows XP
Boot Linux OpenSuse (Klik untuk melihat)
Boot Windows, yang earlier Version of Windows berisi Windows XP (klik untuk melihat)
Hal yang sama sudah saya terapkan pada komputer sodara yang telah saya dual-boot Fedora dan XP, dan hasilnya berhasil…
Lalu, dualboot, tripleboot, 4 boot dan 5 boot? Siapa takut?